Belajar Bahasa Arab, Berteman Dengan Al-Quran

,

Rangkuman Tata Bahasa 1-6 | Al-Arabiyah Baina Yadaik

Assalamu’alaikum

Berikut ini adalah rangkuman tata bahasa dari Jilid 1, Bab 6, Al-Arabiyah Baina Yadaik. Kita diperkenalkan kepada cara menyatakan sesuatu dengan cara lain selain menggunakan kata kerja, bagaimana cara memerintahkan seseorang untuk melakukan sesuatu, serta beberapa konsep penting lainnya pada bahasa arab. Selain itu, konsep Kata Kerja (Fi’il الفِعْل), Kata Ganti (Dhomir الضَّمِيرُ) dan Kata Tunjuk (Isyarah الإِشَارَة) juga diulang dan diperdalam lebih lanjut agar kita menjadi lebih paham.

Dapatkan materi pendamping buku Al-Arabiyah Baina Yadaik lainnya di halaman ini, terutama kamus kosa kata di halaman ini dan terjemahan percakapan Jilid 1, Bab 6 di halaman ini.

 

  1. Bertanya tentang dimana menunaikan shalat

    • Objek akan berakhiran harakat fathah
  2. Menyatakan bahwa saya pergi ke suatu tempat

    • أنا = aku / saya (kata ganti orang pertama laki-laki dan perempuan)
    • ذاهب adalah isim fail dari kata kerja ذهب – يذهب yang bermakna Pergi
    • Isim fa’il singkatnya adalah subjek. Ia merupakan hasil dari perubahan kata kerja menjadi kata benda penunjuk pelaku dari kata kerja tersebut. Contohnya dalam Bahasa Indonesia, dari kata dasar ‘cuci’ atau ‘mencuci’ menjadi ‘pencuci’.
    • Isim fail adalah bentuk perubahan dari kata kerja menjadi kata benda, contohnya: أنا ذاهب، هو ذاهب، هي ذاهبة
    • Setelah kata إلى umumnya berharakat kasrah karena إلى adalah huruf jar (huruf yang mengkasrahkan harakat)
  3. Menyatakan kalimat perintah untuk melakukan sesuatu

    • ضعْ adalah bentuk kata kerja perintah dari kata kerja َوَضَعَ – يَضَعُ yang bermakna Letaklah. Secara umum, kata kerja perintah berakhiran sukun, tetapi jika disambungkan dengan objek, maka untuk pengucapannya berubah menjadi harakat kasrah
    • Objek akan berakhiran harakat fathah
    • Setelah kata ب umumnya berharakat kasrah karena ب adalah huruf jar (huruf yang mengkasrahkan harakat)
    • ك adalah bentuk kata ganti dhomir untuk orang kedua, كَ untuk kata ganti kamu (laki-laki) sedangkan كِ untuk kata ganti kamu (perempuan)
    • ك termasuk dalam kategori kata ganti dhomir yang nampak dan bersambungan dengan kata lain, atau dalam bahasa arab disebut Dhomir Muttashil. Contohnya bersambungan dengan isim seperti kalimat diatas
  4. Menyatakan bahwa saya shalat di masjid

    • أصلي bermakna Saya shalat, dan ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan
    • Objek akan berakhiran harakat fathah
    • Setelah kata في umumnya berharakat kasrah karena في adalah huruf jar (huruf yang mengkasrahkan harakat), في bermakna di
    • Setelah kata مسجد berharakat kasrah, karena kata مسجد adalah mudhaf (kata benda yang dinisbatkan kepada kata setelahnya) dan setelah kata مسجد adalah mudhaf ilaih (kata benda kedua setelah mudhaf). Singkatnya, dalam bahasa arab jika ingin menggabungkan 2 kata benda menjadi 1 kalimat, maka kata pertama disebut mudhaf dan kata kedua adalah mudhaf ilaih (wajib berharakat kasrah)
    • عثمان termasuk kata yang memiliki pengecualian untuk berharakat kasrah karena ia termasuk dalam kategori isim Mamnu’ Minash Shorf, yaitu Isim yang tidak boleh ditanwin dan Majrur bukan dengan tanda Kasroh
  5. Contoh beberapa kata kerja yang berubah bentuk menjadi kata kerja perintah
  6. Menanyakan sesuatu dengan mengaplikasikan isim fail

    • Ta marbutoh (ة) mencirikan kata yang bergender perempuan
      • مسافرة = Musafir (perempuan)
      • مسافر = Musafir (laki-laki)

Barakallahu Fiikum

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait